Feeds:
Pos
Komentar

A. METODE ANALISIS BREAK EVEN

Analsis Break Even adalah sebuah teknik untuk mempelajari hubungan antara biaya tetap, biaya variabel, keuntungan dan volume penjualan. Break Even adalah keadaan suatu usaha yang tidak mendapatkan laba dan menderita suatu kerugian, atau dengan kata lain laba sama dengan nol. Suatu perusahaan dengan volume produksi tertentu dapat dikatakan mengalami kerugian apabila volume penjualan yang terjadi hanya dapat menutup biaya variabel saja atau sebagian biaya tetap. Hal tersebut dapat diatasi dengan menekankan tingkat penjualan yang minimum dalam arti penjualan tersebut harus dapat menutup biaya variabel dan biaya tetap.

Analisis Impas tidak akan muncul jika suatu perusahaan hanya memiliki biaya variabel atau tetap saja. Pada biaya campuran perlu dipisahkan menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Kemudian pertimbangan yang digunakan adalah dengan membandingkan total pendapatan dan total biaya yang dikeluarkan perusahaan. Menurut Horne dan John (1995), pada analisis impas terdapat asumsi – asumsi yang digunakan antara lain :

  1. Seluruh jenis biaya dapat diklasifikasikan menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Apabila ada biaya campuran, maka biaya tersebut harus dipisahkan menjadi biaya tetap & biaya variabel;
  2. Fungsi biaya total berbentuk garis lurus, sudah pasti asumsi ini hanya benar apabila perusahaan berproduksi dalam kisar yang relevan (relevant range);
  3. Fungsi pendapatan total juga berbentuk garis lurus. Garis ini menganggap bahwa harga jual per unitnya adalah konstan untuk seluruh volume penjualan yang mungkin;
  4. Analisis terbatas pada satu jenis produk. Apabila perusahaan menjual lebih dari satu produk, maka dianggap bahwa kombinasi penjualannya adalah konstan;
  5. Persediaan awal sama dengan persediaan akhir. Asumsi inni berarti bahwa seluruh pengeluaran di tahun tertentu untuk memperoleh atau memproduksi barang dilaporkan sebagai biaya yang ditandingkan dengan pendapatan di laporan rugi laba tahun tersebut.

I. Pemisahan Biaya Campuran

            Sebagaimana dituliskan di atas untuk menganalisis impas perlu pemisahan biaya campuran menjadi biaya tetap & biaya variabel. Dalam hali ini akan dibahas 2 macam metode dari beberapa metode yang ada yaitu metode titik tertinggi & titik terendah & kuadrat terkecil. Pada umumnya perusahaan menggunakan 2 metode tersebut untuk memisahkan biaya campuran.

1. Metode Titik Tertinggi & Titik Terendah

Metode Titik Tertinggi & Titik Terendah menggunakan yang sederhana & mudah dimengerti. Data yang diperlukan antara lain jumlah unit yang diproduksi dan total biaya yang dikeluarkan pada periode tertentu. Adapun persamaan yang digunakan sebagai  berikut :

b = Ytt – Ytr

      Xtt – Xtr

keterangan :

b          = biaya variabel per unit

Ytt      = total biaya tertinggi yang dikeluarkan

Ttr      = total biaya terendah yang dikeluarkan

Xtt      = jumlah unit tertinggi yang diproduksi

Xtr       = jumlah unit terendah yang diproduksi

Keuntungan dari metode titik tertinggi dan titik terendah yaitu perhitungannya sederhana, sedangkan kelemahan metode ini adalah menggunakan titik yang ekstrim, menganggap masa yang akan datang sudah pasti.

2. Metode Kuadrat Terkecil

      Pemisahan biaya campuran menjadi biaya tetap dan biaya variabel dengan menggunakan metode kuadrat terkecil memerlukan perhitungan yang lebih banyak. Data yang digunakan juga lebih banyak. Hasil yang diperoleh pada umumnya lebih baik dibandingkan dengan metode titik tertinggi dan titik terendah. Pada metode kuadrat terkecil biaya campuran dianggap sebagai suatu garis lurus dengan bentuk persamaan sebagai berikut:

Y = a + bX

keterangan :

Y         = jumlah biaya campuran

a          = jumlah biaya tetap

b          = jumlah variabel per unit

X         = jumlah unit yang diproduksi

3. Perhitungan Impas

      Analisi impas mempelajari hubungan antara biaya, volume, & laba. Apabila perusahaan dalam keadaan impas menunjukkan penerimaan pendapatan sama dengan total biaya yang ditanggung oleh perusahaan atau dengan kata lain tidak mengalami rugi atau laba. Di dalam melakukan perhitungan impas terdapat 2 pendekatan dalam menentukan impas yaitu pendekatan grafis & pendekatan matematis. Penentuan impas dengan pendekatan matematis dilakukan berdasarkan pada persamaan total pendapatan (total revenue –TR) dengan total biaya (total cost—TC), sedangkan menentukan impas dengan pendekatan grafis dilakukan dengan cara mencari titik potong garis pendapatan dengan garis biaya dalam suatu grafik.

3.a Pendekatan Matematis

        Total pendapatan dikurangi dengan total biaya akan menghasilkan nilai laba atau rugi. Pada keadaan impas laba sama dengan nol atau total pendapatan sama dengan total biaya, maka persamaan matematis sebagai berikut :

TR = TC

=> p.x = a + b.x

=> p.x – b.x = a

=> x (p – b) = a

x(unit) = a/(p – b)

keterangan :

TR       = total pendapatan

TC       = total biaya

p          = harga jual

a          = biaya tetap

b          = biaya variabel

x          = jumlah unit yang diproduksi

3.b Pendekatan Grafis

        Pendekatan grafis menggunakan dua sumbu: mendatar & vertikal. Sumbu mendatar (x) menunjukkan volume penjualan, sedangkan sumbu vertikal (y) menunjukkan pendapatan penjualan dan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan.

B. METODE ANALISIS ALIRAN KAS / DANA

      Analisis aliran dana, disebut juga laporan sumber dan penggunaan dana (aliran dana) memberikan informasi mengenai penggunaan dana dan bagaimana penggunaaan – penggunaaan tersebut dibiayai. Laporan sumber dan penggunaaan dana atau laporan perubahan posisi keuangan adalah sutu ringkasan perubahan posisi keuangan perusahaan dari satu periode ke periode lain. “Dana” didefiniksan sebagai investasi dan klaim terhadap investasi, yang meliputi transaksi – transaksi nonkas.

Penyusunan laporan sumber dan penggunaan membutuhkan informasi. Informasi dasar yang diperlukan untuk menyusun laporan aliran dana adalah neraca – neraca perusahaan, karena :

  1. Neraca  – neraca perusahaan dapat menunjukkan “sediaan” dana pada suatu periode tertentu;
  2. Perubahan – perubahan pos – pos neraca di antara dua periode waktu merupakan alira – aliran dana perusahaan;
  3. Jumlah perubahan – perubahan pos – pos neraca menunjukkan perubahan dana bersih yang mewakili semua perubahan yang sesungguhnya terjadi di antara dua periode.

             Setelah menentukan perubahan dana bersih, analisis keuangan melakukan klasifikasi terhadap perubahan sumber dan penggunaan dan (Horne and Wachwicz, 1995).

1. Sumber Dana adalah

a. Pengurangan Aktiva ;

b. Penambahan kewajiban, baik kewajiban kepada para kreditur yaitu utang maupun kewajiban kepada para investor yaitu ekuitas.

1.  Penggunaan Dana adalah

a. Penambahan Aktiva ;

b. Pengurangan kewajiban, baik kewajiban kepada para kreditur yaitu utang maupun kewajiban kepada para investor yaitu ekuitas.

 

Keterangan

Aktiva

Kewajiban

Sumber

+

Penggunaan

+

Analisis Laporan sumber & penggunaan dana bermanfaat dalam evaluasi rencana ekspansi pada masa lalu dan yang akan datang dan pengaruhnya terhadap likuiditas perusahaan. Adapun manfaat – manfaat analisis laporan sumber dan penggunaan dana adalah sebagai berikut :

  1. Analisis laporan sumber & penggunaan dana membantu manajer keuangan untuk melacak ketidakseimbangan dalam penggunaan dana sehingga tindakan – tindakan yang diperlukan dapat segera dilakukan.
  2. Analisis laporan sumber & penggunaan dana membantu evaluasi pembelanjaan perusahaan pada masa lalu & menunjukkan sifat dan jenis pembelanjaan pada masa yang akan datang.

             Laporan sumber dan penggunaan dana dapat diganti dengan laporan aliran kas untuk keperluan pelaporan keuangan perusahaan tahunan. Kelebihan atau keunggulan dari laporan alira kas memberikan informasi mengenai transaksi – transaksi non kas yang tidak ada dalam laporan yang lain.

1. Laporan Aliran Kas

Laporan aliran kas adalah pengganti laporan sumber dan penggunaan dana sesuai dengan keperluanpelaporan keuangan tahunan, yang melaporkan aliran kas masuk dan aliran kas keluar suatu perusahaan selama suatu periode waktu tertentu.

1.1. Perubahan Kas dalam 3 Golongan Kegiatan

Perubahan kas atau yang ekuivalen dengan kas digolongkan melalui 3 golongan kegiatan   yaitu kegiatan operasi, investasi, dan pembelanjaan (Horne & Wachowicz, 1995).

1.1.1. Aliran kas yang berasal dari kegiatan operasi adalah aliran kas dari transaksi – transaksi yang termasuk dalam penentuan laba bersih.

a. Aliran kas masuk dari kegiatan operasi, contohnya:

–        Penjualan barang & jasa secara tunai ;

–        Pendapatan bunga dari piutang kepada debitur.

b. Aliran kas keluar dari kegiatan operasi, contohnya:

–        Pembayaran kepada pemasok untuk oengadaan sediaan ;

–        Pembayaran kepada karyawan untuk jasa yg diterima perusahaan ;

–        Pembayaran pajak kepada pemerintah.

          1.1.2. Aliran kas yang berasal dari kegiatan investasi adalah aliran kas dari transaksi pembelian dan penjualan sekuritas utang, sekuritas ekuitas, dan aktiva tetap.

a. Aliran kas masuk dari kegiatan investasi, contohnya:

–  Penerimaan kas dari penjualan aktiva tetap ;

–  Penjualan investasi jangka panjang dalam bentuk obligasi atau sekuritas ekuitas perusahaan lain ;

b. Aliran kas keluar dari kegiatan investasi, contohnya:

– Pembayaran pembelian aktiva tetap : Pembayaran pembelian investasi jangka panjang bentuk obligasi atau sekuritas ekuitas perusahaan lain.

          1.1.3. Aliran kas yang berasal dari kegiatan pembelanjaan adalah aliran kas dari transaksi utang dan ekuitas yang meliputi perolehan modal dari pemilik dan pemberian return untuk investasi mereka, dan peminjaman uang dari kreditur dan pembayaran untuk penyelesaian utang kepada mereka.

a. Aliran kas masuk dari kegiatan pembelanjaan, contohnya :

– Penerimaan kas dari pengadaan utang ;

– Penerimaan kas dari penjualan sekuritas ekuitas yang diterbitkan perusahaan.

b. Aliran kas keluar dari kegiatan pembelanjaan, contohnya :

–  Pembayaran kembali pokok uang ;

–  Pembelian kembali sekuritas ekuitas yg diterbitkan perusahaan, dari para pemegang saham ;

–  Pembayaran deviden kasa kepada para pemegang saham

2. Manfaat Laporan Aliran Kas

      Dalam hubungannya dengan laporan dan pengungkapan keuangan yang lain, laporan aliran kas memberikan suatu gambaran rinci mengenai transaksi investasi, pembelanjaan, dan operasi yang melibatkan kas. Gambaran mengenai manfaat laporan aliran kas sebagai berikut :

a. Laporan aliran kas mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan aliran kas masuk bersih dari kegiatan operasi untuk membayar kegiatan pembelanjaan yaitu utang, bunga, dan dividen ;

b. Laporan aliran kas membantu untuk menaksir kebutuhan perusahaan terhadap pembelanjaan dari luar ;

c. Laporan aliran kas membantu untuk menjelaskan perbedaan antara laba bersih dan aliran kas masuk bersih dari kegiatan operasi ;

d. Laporan aliran kas membantu untuk mengidentifikasikan pengaruh transaksi pembelanjaan dan transaksi investasi kas maupun non kas ;

e. Transaksi non kas tidak terdapat dalam laporan aliran kas dan diungkapkan dalam catatan kaki. Transaksi non kas ini mungkin akan mempengaruhi aliran kas pada masa yang akan datang.

C. METODE ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL

       Dana (Fund) adalah Modal kerja, Cash, aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Modal kerja dapat dihitung denga cara sebagai berikut :

Modal kerja = Aktiva lancar – Hutang Lancar

Transaksi – transaksi yang mengakibatkan modal kerja Netto berkurang antara lain :

  1. Pembentukan dana ;
  2. Pelunasan obligasi ;
  3. Pembayaran Deviden ;
  4. Penarikan kembali saham yang beredar.

Penjualan aktiva tetap akan menaikkan modal kerja netto. Transaksi – transaksi yang mempengaruhi modal kerja :

  1. Penjualan saham baru ;
  2. Pembelian aktiva tetap ;
  3. Pembelian treasury stock ;
  4. Pembagian / pembayaran deviden.

          Jurnal penyesuaian adalah biaya depresiasi itu tidak mengeluarkan uang tunai namun maka untuk melihat laba bersih (modal kerja) disesuaikan.

I. Perputaran Modal Kerja (Working Capital Turnover)

Rasio keuangan yang paling banyak disebut sebagai tolok ukur likuiditas sebuah perusahaan ialah rasio keuangan “rasio lancar”. Memang dengan membandingkan besarnya nilai aktiva lancar dengan pasiva lancar kita dapat memperoleh suatu gambaran mengenai kemampuan – kemampuan perusahaan dalam memenuhi pembayaran atas kewajiban jangka pendeknya. Namun tolok ukur yang lebih disepadankan penggunaannya adalah rasio keuangan perputaran modal kerja. Adapun alasannya antara lain :

  1. Dalam rumus rasio lancar sama sekali belum dimasukkan besarnya kegiatan sehari – hari perusahaan. Pada perputaran modal kerja, unsur tersebut diwakili oleh angka hasil penjualan atau “net sales”.
  2. Rasio tingginya berubah – ubah. Begitu perusahaan menerima pinjaman jangka pendek, rasio lancar menigkat. Untuk kejadian sebaliknya ialah saat perusahaan melunasi seluruhnya atau sebagian hutang jangka pendeknya, rasio lancar akan seketika menurun. Hal tersebut tidak dijumpai pada rasio keuangan perputaran modal kerja.

            Keuangan lainnya dimiliki oleh rasio perputaran modal kerja sebagai tolok ukur likuiditas perusahaan ialah bahwa dalam rasio perputaran modal kerja yang optimal didalamnya terdapat unsur – unsur sebagai berikut :

  1. Batas kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan hutang jangka pendek perusahaan sudah masuk perhitungan ;
  2. Batas kemampuan aktiva lancar dalam melayani kegiatan perusahaan sehari – hari, juga sudah masuk perhitungan ;
  3. Angka perputaran modal kerja mempunyai sifat bebas dari fluktuasi musiman dan hal – hal terjadi secara kebetulan.

Angka perputaran modal kerja yang paling ideal adalah yang paling tingginya optimal.  Nilai optimal perputaran modal kerja bidang usaha yang satu berbeda dengan nilai optimal perputaran modal kerja untuk bidang usaha yang lain. Demikian juga antar perusahaan, berbeda pula nilainya optimalnya, sekalipun bidang usahanya sama. Beda kebijakan persediaan, beda kebijakan penjualan, beda lokasi, beda bentuk yuridis badan dan sebagai turut menentukan panjang pendeknya angka perputaran modal kerja yang optimal.

Angka perputaran modal kerja yang terlalu jauh dari nilai optimalnya adalah ridak baik. Angka perputaran modal kerja yang terlalu jauh diatas nilai optimalnya, dapat terjadi sebagai akibat terlalu kecilnya modal kerja perusahaan. Kekurang lancaran bayaran atas hutang perusahaan bisa terjadi. Apabila rasio lancar dipandang masih bisa diturunkan, memang aktiva lancar perusahaan masih bisa diperbesar jumlahnya dengan menggunakan sumber pembiayaan kredit jangka pendek spontan, tersebut ada batasnya juga, sebab dengan bertambahnya hutang lancar, sekalipun dibarengi oleh meningkatnya aktiva lancar, akan mengakibatkan menurunnya rasio lancar menuju kearah minimumnya.

Apabila seluruh potensi pemanfaatan kredit spontan sudah dipergunakan, berarti kapasitas keuanga jangka pendek perusahaan sudah sepenuhnya dipergunakan. Kelebihan permintaan akan hasil produksi perusahaan terpaksa ditolak, karena perusahaan tidak dapat melayani.

Tugas Soffskill3

Soal :

01. Jelaskan mengenai Neraca menurut yang anda ketahui!

02. Per Tanggal berapa Neraca disajikan?Mengapa?

03. Bagaimana persamaan keseimbangan untuk suatu neraca?

04. Mengapa laporan tahunan menyajikan Neraca, Lap L/R, dan                 arus kas lebih dari 1 tahun. Jelaskan laporannya menurut                       kalian!

05. Sebutkan jenis-jenis kewajiban perusahaan!

 

Jawab:

01. Suatu daftar yang berisikan harta, kewajiban, dan modal dari       suatu kesatuan perusahaan pada saat tertentu yang umumnya     ditutup pada hari terakhir dari setiap bulan atau suatu laporan   dalam bentuk daftar yang disusun secara sistematik yang               mengikhtisarkan nilai dan susunan aktiva. Hutang dan modal       sebuah perusahaan pada suatu tanggal tertentu. Neraca dapat     disusun dalam bentuk stafel yang biasa juga disebut bentuk           report dan dapat pula disusun dalam bentuk skontro, yang biasa juga disebut bentuk T_Account. Kemudian kebaikan dalam           bentuk stafel tersebut ialah lebih mudahnya penyusunan neraca banding yang disebut pula neraca komparatif yaitu neraca yang memuat data lebih dari satu tanggal.

02. Per tanggal 31 desember, karena  itu merupakan rekapitulasi dari tahun berjalan pada kegiatan usaha tersebut. Selain itu juga untuk mengetahui selama kegiatan tahun berjalan tersebut apakah perusahaan mendapatkan keuntungan atau kerugian sehingga para pembuat keputusan dapat dengan segera ambil keputusan dengan berpedoman pada neraca tersebut.

03. Dengan melihat pada sisi aktiva dan pasiva serta modalnya, kemudian kita dapat menghitung pada sisi pasiva bila dengan membandingkan antara kewajiban dan modal pada perusahaan tersebut. Setelah itu kita akan melihat bahwa hasil yang diperoleh apakah telah sesuai dengan 4 penilaian, Yaitu:

a. Likuid dan Solvabilitas;

b. Ilikuid dan Solvabilitas;

c. Likuid dan Isolvabilitas;

d. Ilikuid dan Isolvabilitas.

04. Karena dengan begitu para pemegang keputusan dapat melihat bahwa apakah ada peningkatan atau penurunan pada kegiatan operasional pada perusahaan pada tahun sebelum atau berjalan. Selain itu juga para pemegang keputusan dapat memberikan kesimpulan yang dapat memungkinkan untuk dilaksanakannya oleh para manajemen.

05. Jenis-jenis kewajiban perusahaan adalah sebagai berikut:

a. Kewajiban jangka Pendek, terdiri atas:

a.1 Hutang Niaga/ Account Payable;

a.2 Wesel bayar;

a.3 Hutang Bank/ Bank Payable;

a.4 Deviden yang harus dibayar/ Devidens Payable;

a.5 Biaya yang masih harus dibayar/ Accrued Payables;

a.6 Hutang Pajak;

a.7 Pendapatan yang ditangguhkan/ Devered Revenue.

b. Kewajiban Jangka panjang;

Ini meliputi semua hutang perusahaan yang dalam tahun buku berikutnya belum harus dilunasi. Pinjaman-pinjaman hipotek dan juga obligasi dalam berbagai bentuk, yang dalam tahun buku berikutnya belum jatuh tempo, tergolong sebagai hutang jangka panjang.

c. Kewajiban lain-lain

Tugas Pertemuan Ke-1

  1. Jelaskan arti penting Lap. Keuangan ?
  2. Sebutkan pengertian Lap. Keuangan & pengertian Analisis Lap. Keuangan ?
  3. Syarat Lap. Keuangan ?
  4. Sebutkan keterbatasan yang ada dalam Lap. Keuangan ?
  5. Sebutkan bentuk – bentuk Lap. Keuangan ?
  6. Buat tulisan mengenai Lap. Keuangan ?

Jawab:

1.  Sangatlah penting, karena laporan keuangan sebagai produk                 proses akuntansi dimana memiliki fungsi pokok sebagai berikut :

a. Fungsi Pencatatan ( Recording )

yaitu mencatat secara sistematik semua transaksi keuangan perusahaan.

b. Fungsi Penyajian ( Presentation )

yaitu mengikhtisarkan secara sistematik data akuntansi dalam bentuk laporan keuangan dan atau bentuk lainnya, disajikan untuk mereka yang mempunyai kepentingan dengan perusahaan.

c. Fungsi Penafsiran ( Interpretation )

yaitu membuat analisa terhadap data akuntansi baik yang diikhtisarkan dalam bentuk laporan keuangan ataupun dalam bentuk lainnnya.

2.    a. Laporan Keuangan adalah suatu laporan yang memberikan gambaran atau laporan kemajuan (progress report) secara periodik yang dilakukan pihak manajemen perusahaan yang bersangkutan.

b. Analisis Laporan Keuangan adalah Suatu proses analisis yang mempunyai tujuan yaitu membuat  data dapat lebih dimengerti sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan bagi pihak – pihak yang membutuhkan.

3.  Syarat – syarat Laporan Keuangan :

a. Laporan keuangan merupakan suatu catatan tertulis yang tidak hanya tentang laporan keuangan tetapi juga memberikan informasi keuangan mengenai suatu perusahaan untuk pengguna eksternal.

b. Laporan keuangan harus disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku pada umumnya.

c. Terdiri dari laporan standar seperi Neraca, Laporan Laba/Rugi, Laporan Arus Kas.

4. Keterbatasan yang ada dalam Laporan Keuangan sebagai berikut:

a. Menyampaikan informasi baik mengenai data ekonomi kuantitatif tetapi tidak alamat salah satu variabel ekonomi kuanlitatif. Sedangkan atributnya kualitatif sendiri seperti moral angkatan kerja, kualitas tim manajemen.

b. Aktiva selalu dinilai dengan harga aslinya.

c. Laporan keuangan juga tidak mencerminkan biaya kesempatan. Konsep ini berkaitan dengan pendapatan yang hilang karena kesempatan untuk mendapatkan penghasilan tidak dikejar.

d. Laporan keuangan adalah didasarkan pada perkiraan. Fakta hanya diketahui tentang perkiraan adalah bahwa hal itu bukan nilai asli.

e. Keterbatasan yang paling penting dari laporan keuangan adalah bahwa saat ini hanya menjelaskan satu hal yang sangat baik dan itu adalah bagaimana efisien suatu entitas yang tampil dengan aset yang tersedia.

5. Bentuk – bentuk Laporan Keuangan antara lain :

a. Neraca (atau laporan posisi keuangan) menyediakan sebuah snapshot dari suatu entitas pada tanggal tertentu. Yang merupakan daftar aktiva entitas, kewajiban dan dalam kasus sebuah perusahaan, ekuitas pada tanggal tertentu.

b. Laporan Laba Rugi menyajikan ringkasan dari pendapatan, keuntungan, biaya, kerugian, dan laba atau rugi bersih dari suatu entitas selama satu periode tertentu

c. Laporan Arus Kas merupakan ikhtisar kas entitas penerimaan dan pembayaran kas yang berkaitan dengan operasi Perseroan, investasi, dan pendanaan selama periode tertentu.

d. Laporan perubahan ekuitas atau pemegang saham pemilik ekuitas yaitu sebuah laporan perubahan ekuitas atau pemegang saham ekuitas pemilik menyatukan awal periode ekuitas suatu perusahaan dengan saldo yang berakhir.

Minggu Ke-2

Menganalisis Laporan Keuangan yang diaudit pada Bank BNI per 30 September 2010 & 2009


Penjabaran Analisa :

 

1. Analisis Likuiditas

1.a Rasio Lancar

= Aktiva lancar : Pasiva lancar

= 208.670.166 : 101.355.913

= 2,058

 

dari uraian diatas, kiranya jelas bahwa yang diperhatikan oleh kreditur jangka       pendek adalah likuiditas badan usaha perusahaan.

 

 

1.b Rasio Leverage

= Total hutang : Total Aset

= 195.370.622 : 216.688.635

= 0,90

 

dari uraian diatas, kiranya jelas bahwa Aset tidak sepenuhnya dibiayai oleh Hutang.        Bila semakin besar rasio leverage yang dihasilkan maka akan berdampak buruk          pada situasi ekonomi sulit.

 

 

1.c Rasio Profitabilitas (Operating Income to Sales)

= EBIT : Net Sales

= 4.256.319 : 28.354.176

= 0,15 = 15,01%

 

dari uraian diatas, kiranya jelas bahwa tiap Rp 1 menghasilkan Rp 0,15 OPM

 

 

2. Analisis Rentabilitas

2.a Rasio Modal Sendiri

= Laba bersih sesudah pajak : Modal sendiri

= (4.256.319 : 15.206.027) * 100

= 27,99

 

dari uraian diatas, kiranya jelas bahwa semakin tinggi modal sendiri itu berarti      menandakan tingginya keberhasilan pucuk pimpinan perusahaan dalam    mengemban misi dari pemiliknya, yaitu laba per rupiah modal yang akan ditanam       dalam perusahaan.

 

Minggu 1

1. Tujuan dari Analisis Laporan Keuangan, sebagai berikut:

a. Menurut Rasio Likuiditas

Rasio yang mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka   pendek sekaligus dengan membandingkan aktiva lancar dengan kewajiban lancar.

b. Menurut Rasio Aktivitas

Rasio yang mengukur kemampuan perusahaan menggunakan asetnya dengan efisien.

c. Menurut Rasio Utang / Leverage

Rasio yang mengukur kemampuan perusahaan memenuhi total   kewajibannya.

d. Menurut Rasio Keuntungan / Profitabilitas

Rasio yang mengukur kemampuan perusahaan yang menghasilkan profitabilitas serta yang menyokong pertumbuhan baik untuk jangka pendek  maupun jangka panjang.

e. Menurut Rasio Pasar

Rasio yang mengukur prestasi pasar relatif terhadap nilai buku, pendapatan, dan deviden.

 

2. Urutan – urutan dalam Menganalisis Laporan Keuangan, sebagai berikut :

a. Analisis Likuiditas;

b. Analisis Solvabilitas;

c. Analisis Rasio Rugi Laba;

d. Analisis Rentabilitas;

e. Analisis Uji Pasar.

 

3. Macam – macam Metode Analisis Laporan Keuangan, sebagai berikut :

Ada 2 macam Metode dalam Analisis Laporan Keuangan :

a. Metode Horizontal

Adalah analisis dengan mengadakan perbandingan laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat sehingga akan diketahui perkembangannya.  Metode horizontal ini disebut juga dengan metode analisis dinamis.

b. Metode Vertikal

Adalah apabila laporan keuangan yang dianalisis hanya meliputi satu periode satu saat saja, yaitu dengan memperbandingkan antara pos yang satu dengan pos yang lainnya, sehingga hanya diketahui keadaan keuangan atau hasil operasi pada saat itu saja. Metode vertikal disebut juga sebagai metode analisis yang statis karena kesimpulan yang dapat diperoleh hanya untuk periode itu saja         tanpa mengetahui perkembangannya.


 

BAB VI

RINGKASAN DASAR – DASAR PEMROSESAN KOMPUTER

F.1. Arsitektur Komputer

CPU merupakan tempat unit penyimpanan primer, unit aritmetik dan logis, dan unit kontrol. Penyimpanan primer menyimpan instruksi program yang dapat dijalankan dan data yang diproses oleh instruksi tersebut. Unit aritmetik dan logis (disebut ALU) menjalankan operasi aritmetik dan logis yang diprakarsai oleh instruksi. Unit kontrol menjadikan instruksi dapat dijalankan dengan urutan yang tepat.

Kemudian selain itu juga ada tiga point penting yang berhubungan dengan seleksi konfigurasi komputer tertentu, antara lain:

a. Seleksi dilakukan berdasarkan pada aplikasi yang akan dilakukan;

b. Seleksi dibuat oleh pemakai;

c. Seleksi harus sesuai dengan kebijaksanaan.

 

  • Peralatan Input

l  Peralatan keydriven online

Option input yang terkenal adalah keyboard terminal atau mikrokomputer, keduanya adalah peralatan keydriven online.

 

l  Peralatan keydriven offline

Peralatan offline tidak disambungkan ke CPU, namun beroperasi dalam cara standalone. Jika peralatan offline akan digunakan untuk membuat data agar diproses pada komputer, data harus direkam pada beberapa media komputer siap baca.

  • Pemrosesan Pusat dan Penyimpangan Sekunder
  • Peralatan Output

Pemrosesan Pusat dan Penyimpangan Sekunder

Peralatan Output

l  Output yang ditampilkan

Peralatan output yang paling terkenal dengan pemakai akhir (end user) adalah display screen (layar tampilan), yang disebut CRT (Cathode-ray Tube). CRT dikemas dengan keyboard untuk menghasilkan terminal CRT, yaitu peralatan yang mampu menjalankan input maupun output. Istilah VDT (Visual Display Terminal) dan monitor yang digunakan.

 

l  Output yang dicetak

Kelemahan utama dari layar tampilan adalah ketidakmampuannya untuk menghasilkan kopi pada kertas, yang disebut hard copy. Hard copy diperlukan atau lebih dikehendaki dalam empat keadaan, yaitu:

  • Bila informasi harus dikirim melalui pos;
  • Bila catatan historis dibutuhkan;
  • Jika volume output besar;
  • Bila banyak orang yang harus menggunakan informasi pada waktu yang bersamaan.

 

l  Output grafik

Peralatan output khusus yang disebut plotter dirancang untuk kebutuhan ini. Plotter, baik disambungkan dengan CPU ataupun beroperasi secara offline, dapat menghasilkan output grafik hitam putih atau berwarna pada ukuran ukuran normal atau pada kertas yang besar.

 

l  Output Mikrofilm

Kata microform (bentuk mikro) digunakan semua teknologi, bersama dengan istilah microform yang menunjuk film yang berada dalam bentuk kumparan, dan microfiche yang menunjuk film yang berada dalam bentuk lembaran. Komputer dapat menggunakan unit computer output microfilm (COM) untuk menciptakan microfilm taupun microfiche. Microfilm viewer offline khusus digunakan untuk menampilkan dokumen yang difilmkan tersebut. Sedangkan microfilm printer digunakan untuk menghasilkan hard copy.

 

l  Output kartu berlubang

Beberapa konfigurasi komputer yang lebih besar menerapkan card punch unit yang membuat kartu berlubang. Satu aplikasi melibatkan pelobangan kartu, sehingga pelanggan perusahaan dapat melampirkan pembayaran yang dikirmkan. Kartu tersebut disebut turnaround document, ia memberi kemampuan perusahaan untuk menghindari kemacetan input ketika memasukkan data pembayaran.

 

l  Output audio

Output audio telah digunakan untuk aplikasi khusus selama beberapa waktu. Audio response unit dapat menentukan kata yang sebelumnya terekam untuk membentuk output komputer dapat didengar, sehingga ia bisa mentransmisikan ke seluruh saluran komunikasi.

F.2. Software

Komputer hanya merespon kepada machine language (bahasa mesin) yaitu rangkaian      angka nol dan satu yang digunakan komputer untuk menampilkan data dan istruksi. Binary   coding system (sistem kode biner) ini disesuaikan dengan sifat elektronik komputer, sehingga   angka satu dapat mewakili tombol elektronik yang on, dan angka nol dapat mewakili tombol yang off. Bagian dari software antara lain:

  1. Proses penerjemahan
  • Bahasa rakitan;
  • Bahasa berorientasi masalah;
  • Bahasa generasi ke empat.

2.  Software tertulis

Ada dua kategori software tertulis, yaitu translator dan paket pemrosesan data.Translator dikenal dengan nama system software (software sistem) karena ia diperlukan untuk mengefektifkan penggunaan komputer tertentu. Paket pemrosesan data dikenal dengan nama application software (software aplikasi) karena ia menjalankan aplikasi pemrosesan data perusahaan.

  • Sistem Operasi

Sistem operasi meliputi:

l  Komponen dari sistem operasi, terdiri dari:

  • Executive routine (Monitor atau Supervisor);
  • Transient routines.

 

l  Fungsi sistem operasi, terdiri dari:

  • Menjadwal pekerjaan;
  • Mengelola sumber hardware dan software dari sistem;
  • Memberikan keamanan;
  • Memungkinkan beberapa pemakai untuk menggunakan komputer secara bersama – sama;
  • Melakukan interrupt;
  • Memelihara record penggunaan.

 

  • Aplikasi

Tiga kategori dasar telah muncul, yaitu:

l  Paket accounting;

l  Paket industri;

l  Paket penunjang keputusan, terbagi atas:

  • Paket statistik;
  • Dukungan untuk fungsi manajemen.

 

F.3. Peranan peralatan Input dan Output serta Software dalam Pemecahan Masalah

Beberapa software aplikasi memerankan peranan langsung dalam pemecahan masalah, dan beberapa yang lainnya berperan secara tidak langsung. Paket accounting dan beberapa paket industri dirancang untuk pemrosesan data. Sistem ini memainkan peranan tidak langsung dengan menciptakan dan mengelola database penting, yaitu bahan mentah yang kebanyakan       digunakan sebagai informasi untuk pemecahan masalah.

Beberapa paket industri mempunyai kemampuan di atas pemrosesan data. Mereka dapat menghasilkan informasi dalam berbagai bentuk, dan beberapa diantaranya mempunyai kemampuan untuk membuat model. Paket ini, ditambah dengan paket penunjang keputusan, memberikan pemecahan langsung kepada manajer.

 

SIKLUS HIDUP SISTEM

BAB V

RINGKASAN SIKLUS HIDUP SISTEM

E. Siklus Hidup Sistem

Konsep siklus hidup cocok dengan segala sesuatu yang mempunyai awal, kematangan untuk beberapa waktu, dan akhirnya mati. Siklus hidup dipandang sebagai evolusi jangka panjang dari sistem informasi berbasis komputer perusahaan. Kemudian, pandangan berikutnya adalah jauh lebih pendek, walaupun ia bisa saja mempunyai jangkauan beberapa tahun. Pandangan ini diterapkan untuk sistem informasi berbasis komputer tertentu.

 

E.1. Dasar Perencanaan Sistem Informasi Berbasis Komputer

Implementasi sistem informasi berbasis komputer atau subsistem utama merupakan aktivitas yang berskala luas yang melibatkan orang dan fasilitas yang banyak, uang dan peralatan dalam jumlah yang besar, dan waktu yang panjang.

Perencanaan SIBK juga mempunyai manfaat, sebagai berikut:

  • Mendefinisikan lingkup proyek;
  • Mengetahui bidang masalah yang potensial;
  • Mengatur urutan tugas;
  • Memberikan dasar pengontrolan.

 

E.2. Siklus Hidup Sistem

Siklus hidup sistem adalah suatu proses evolusi yang terjadi dalam pengimplementasian     sistem atau subsistem informasi berdasarkan komputer. Pengertian lainnya yaitu deskripsi dari tugas implementasi yang akurat yang harus dilakukan.

 

l  Fase Perencanaan

Merupakan tanggung jawab manajer, manajer mendefinisikan masalah  yang akan dipecahkan atau tujuan yang akan dicapai, dan spesialisasi informasi memberikan dukungan kepadanya. Fase perencanaan meliputi:

  • Mengenali masalah;
  • Mendefinisikan masalah;
  • Menyusun tujuan sistem;
  • Mengidentifikasi kendala sistem;
  • Melakukan studi kelayakan;
  • Membuat proposal proyek studi;
  • Menyetujui atau tidak menyetujui proyek studi;
  • Menetapkan mekanismepengontrolan;

 

l  Fase Analisis dan Disain

Adalah studi mengenai sistem yang dilakukan oleh analis sistem. Fase analisis  dan disain, meliputi:

  • Mengumumkan proyek studi;
  • Staf untuk proyek studi;
  • Mendefinisikan keperluan informasi;
  • Mendefinisikan kriteria penampilan sistem;
  • Merancang subsistem secara lengkap;
  • Mengidentifikasikan konfigurasi peralatan alternatif;
  • Mengevaluasi konfigurasi alternatif;
  • Menentukan konfigurasi yang terbaik;
  • Membuat proposal proyek pengimplementasian;
  • Menyetujui atau tidak menyetujui proyek pengimplementasian;
  • Melengkapi dokumentasi sistem.

 

l  Fase Implementasi

Melibatkan semua spesialisasi informasi yang menyusun sumber yang  diperlukan. Fase Implementasi meliputi:

  • Merencanakan implementasi;
  • Mengumumkan proyek implementasi;
  • Mengorganisir staf pelayanan informasi;
  • Menentukan komputer;
  • Membuat perpustakaan software;
  • Membuat database;
  • Mendidik peserta dan pemakai;
  • Membuat fasilitas fisik;
  • Mengganti sistem baru;

 

l  Fase Operasi

Spesialis informasi, terutama operator, menjadikan sumber agar dapat digunakan oleh pemakai.

 

E.3. Prototyping

Prototipe memberikan ide kepada pembangun dan calon pemakai mengenai bagaimana sistem dalam bentuk lengkapnya nanti akan berfungsi. Prototyping adalah proses pembuatan prototip, dalam hal ini paling cocok diterapkan untuk situasi dimana pemakai tidak mengetahui sepenuhnya mengenai apa yang ia inginkan.

  • Pembuatan prototip ada 6 (enam) langkah, terdiri dari:
  1. Mengidentifikasi kebutuhan pemakai;
  2. Mengembangkan prototip;
  3. Mengevaluasi prototip;
  4. Menentukan apakah prototip tersebut dapat diterima;
  5. Merevisi prototip;
  6. Menggunakan prototipatau menggantinya dengan sistem operasional

 

  • Daya tarik prototyping menurut tingkat frekuensinya, yaitu:
  1. Keterlibatan pemakai yang lebih baik;
  2. Pendefinisian keperluan yang lebih baik;
  3. Dapat pekerja dengan lebih cepat;
  4. Perancangan proses online;
  5. Penentuan kelayakan proyek;
  6. Pengujian teknologi dan alat yang baru.

 

  • Kesulitan pelaksanaan prototyping:
  1. Pelaksanaan pengontrolan atas wilayah proyek;
  2. Pengelolaan perubahan terhadap sistem;
  3. Kurangnya pedoman yang baku;
  4. Tidak cukupnya control pengembangan;
  5. Tidak cukupnya control aplikasi;
  6. Kurangnya dokumentasi;
  7. Ketidakmampuan menggunakannya sebagai sistem operasional;
  8. Tak ada daftar pekerjaan yang baku;
  9. Penyimpangan arah end-user.